top of page
Lukas 13 : 29
"Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dan dari Utara dan Selatan,
dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah."
DSC09246.JPG

Jadwal Ibadah

29 Maret 2026
Minggu I Prapaskah

09.00 WIB (Peneguhan Sidi) | Pdt. Alexius Letlora

~KMJ GPIB Jemaat Sumber Kasih~

17.00 WIB |  Pnt. Poltak I. M. Sibuea

3 April 2026
Jumat Agung
~Perjamuan Kudus~

09.00 WIB |  Pdt. Alexius Letlora

~KMJ GPIB Jemaat Sumber Kasih~

17.00 WIB |  Pdt. Francisca H. E.

Toding Datu - Manuputty

~PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih~

5 April 2026
Minggu Paskah

09.00 WIB |  Pdt. Alexius Letlora

~KMJ GPIB Jemaat Sumber Kasih~

17.00 WIB |  Pdt. Murwanto Moesamo

~PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih~

Pukul 09.00 WIB | R. Rapat lt. 1

Pukul 09.00 WIB | R. Paulus & Timotius lt. 1

Sektor V

Senin, 30 Maret 2026, pukul 17.00 WIB

Kediaman : Endang Sinaga

Jl. H. Jeman 1 Pangkalan Jati


Pelayan Firman : Dkn. Nanda Yohanna Casparina Adnan
Pelayan Liturgi : Atta Wahyudi

Sektor I, II, III

Selasa, 31 Maret 2026, pukul 10.00 WIB

Kediaman : Indri Mandagie

Jln.Keuangan III No.79 Komp. Keuangan,

Jakarta Selatan


Pelayan Firman : Pnt. Louna Ticoalu
Pelayan Liturgi : Linda Hilliard

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

WASPADA TERHADAP PIKIRAN

(Yudas 1: 1-16)

------------------------------------------------------------------------------------

Sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Kehadiran gereja sebagai persekutuan orang percaya membutuhkan pondasi yang bertumpu pada pikiran jernih, pikiran yang tidak terkontaminasi cemburu, pikiran yang tidak dihiasi kebebasan tanpa batas dan sebagainya. Pikiran yang tertuju kepada Kristus merupakan jawaban atas segala persoalan yang mengelilingi umat waktu itu.

Kehadiran gereja yang kontekstual adalah gereja yang berjumpa dengan kenyataan dan kenyataan tidak selalu berlangsung searah dengan arah gereja. Ketika orang percaya membangun kehidupan yang tertib dan bertanggungjawab, kenyataan menunjukkan hal sebaliknya. Ketika orang percaya antusias untuk hidup dalam kebenaran, hal itu terjadi di tengah kenyataan yang penuh dengan kepalsuan dan kejahatan yang terjadi di semua lini kehidupan.

​​

Dalam konteks kitab Yudas, para guru palsu adalah kenyataan yang menyesatkan dan menghadirkan ancaman bagi umat percaya. Para guru palsu yang menyesatkan itu menjadi ancaman dengan gagasan bahwa hidup dalam kasih karunia adalah hidup yang bebas melakukan apa saja. Kasih karunia telah ditempatkan pada posisi yang paling rendah melalui perilaku yang mencemarkan dan perilaku menyesatkan. Ancaman ini adalah ancaman yang menebarkan kesenangan bendawi dan jasmani dalam pemikiran bahwa segala sesuatu halal. Pikiran yang mencemarkan ini pada gilirannya akan muncul dalam tindakan yang
merendahkan nilai kemanusiaan sebab manusia hanya dilihat sebagai manusia dalam perspektif bendawi.

​

Pola ajaran yang palsu itu telah melahirkan perilaku dengan kualitas yang merendahkan Tuhan sebab hal itu menunjuk pada rendahnya kualitas golgota. Ajaran palsu itu merasuki pikiran yang dengan dangkal menyederhanakan kehidupan beriman bahkan menghinanya dengan tindakan yang rendah. Jadi persoalan utama dan pertama adalah soal pikiran yang harus dibenahi, disterilkan dan ini menjadi tujuan Yudas. Melalui surat pendek ini Yudas tidak mengangkat masalah ajaran tetapi menukik pada masalah cara hidup. Melalui surat ini Yudas hendak mematahkan pemikiran yang bisa hadir sebagai ancaman dan sekaligus belajar dari ancaman. Artinya Yudas mengingatkan setiap orang percaya adanya ancaman dari luar tetapi sekaligus Yudas mendesak setiap orang percaya untuk membangun pemikiran yang benar.

​

Sahabat-sahabat terkasih,

Pada bagian awal suratnya Yudas memperlihatkan bahwa kualitas iman Kristiani pertama-tama nampak dari pikiran bahwa setiap orang adalah hamba Yesus Kristus (Ayat 1). Seseorang dengan pemahaman bahwa dirinya adalah hamba Yesus Kristus maka pemahaman tersebut akan memengaruhi gaya hidupnya. Kehidupan sebagai hamba bukanlah dengan menempatkan kebendawian sebagai yang utama tetapi Yesus Kristus (band. Matius 6:24). Kehidupan sebagai hamba bukanlah dengan menempatkan keinginan sendiri sebagai yang utama tetapi keinginan bersama (band. Fil. 2:4). Dan yang utama adalah hidup sebagai hamba bukanlah dengan mengagungkan dosa tetapi dalam kekudusan (Roma 6: 1-2). Ancaman yang hendak melumpuhkan cara berpikir sebagai hamba adalah kenyataan yang harus dijawab dengan lugas dan bijaksana.

​

Dewasa ini di tengah ancaman virus kebendawian yang sudah mewabah di seluruh dunia, kita dipanggil untuk menghayati dengan sungguh-sungguh bahwa tidak ada satupun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8: 35, 37). Hal itu berarti sebagai hamba kita tunduk dan kita mensyukuri kasih karunia-Nya dengan cara yang terhormat. Ancaman tidak berarti
kita dihempaskan dalam keadaan yang tanpa pengharapan namun sebaliknya di tengah kegelapan ancaman yang melumpuhkan akal sehat kita tetap menghadirkan setitik cahaya pengharapan.
​​

​

Di sisi lain Yudas mengingatkan bahwa siapapun yang mengikuti pola kehidupan Kain, kesesatan Bileam dan kedurhakaan Korah (ayat 11) akan berujung pada malapetaka. Pikiran mereka yang egois dan berpusat pada diri sendiri menyebabkan keluarnya kata-kata menggerutu, keluhan, bahkan menjilat orang untuk mendapat keuntungan (ayat 16). Yudas hendak mengingatkan orang percaya agar menjauh dari pola pikir segala sesuatu yang penting dan menguntungkan untuk diri sendiri sementara yang lain menderita. Yudas menunjukkan bahwa pikiran yang kotor dan jauh dari kejernihan dan kedewasaan akan menjadi malapetaka
oleh karena kejahatan mereka sendiri. Di tengah situasi yang sulit dimana ke-Kristen-an mulai berkembang, cara berpikir sesat yang ditunjukkan akan merendahkan ke- Kristen-an itu sendiri. Maka Yudas memberi kepastian bahwa akan ada hukuman bagi mereka yang menyesatkan.

 

Jadilah orang Kristen dengan pikiran yang jernih dan akal sehat sehingga kita tidak terjerumus dalam pola hidup yang mementingkan diri sendiri diatas penderitaan orang lain. Kita semua perlu waspada agar pergumulan tidak membuat kita terombang-ambing, sebab badai ini pasti berlalu dan yang tinggal tetap adalah kasih karunia Tuhan Yesus Kristus.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia, Amin.

(www.aletlora.com)

KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH

IBADAH HARI DOA GPIB.png
DSC09191.JPG

Address

Jl. Lebak Bulus III No. 50, 
Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 12440

Phone

021-765-5527

Email

Connect

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram

© 2022 - 2026 GPIB Jemaat Sumber Kasih DKI Jakarta. ALL RIGHT RESERVED.

bottom of page