top of page
Lukas 13 : 29
"Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dan dari Utara dan Selatan,
dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah."
DSC09246.JPG

Jadwal Ibadah

26 April 2026

Minggu IV Sesudah Paskah

09.00 WIB |  Pdt. Alexius Letlora

(KMJ GPIB Jemaat Sumber Kasih)

&
Pdt. Prof. Joas Adiprasetya, Th.D.
(GKI Jemaat Pondok Indah)

17.00 WIB |  Pdt. Janner Yosafat Simamora

(KMJ GPIB Jemaat Galilea Pelabuhan Ratu)

3 Mei 2026
Minggu V Sesudah Paskah
(Peringatan Hari Bumi)

09.00 WIB |  Pdt. Murwanto Moesamo

(PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih)

17.00 WIB |  Pdt. Lusindo Yosep Tobing
(GKJ Jemaat Nehemia)

Minggu, 3 Mei 2026

Pukul 09.00 WIB | R. Rapat & R. PelKat PA, lt. 1

Minggu, 3 Mei 2026

Pukul 09.00 WIB | R. PelKat PT, lt. 1

Khotbah Tematis

"Loved & Worthy"

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

KEKUATAN PENGAKUAN DAN KEKUATAN CINTA

( 1 Korintus 12: 1-3 )

------------------------------------------------------------------------------------

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi;
Dalam gagasan Leonardo Da Vinci tentang cinta dikemukakan bahwa 'life without love is not life at all' bahwa hidup tanpa cinta adalah hidup tanpa makna sebab didalam mencintai selalu dikuasai oleh kesediaan untuk tenggelam pada yang dicintai. Cinta lalu berujung pada kesediaan untuk terus membangun pengetahuan tentang yang dicintai sehingga yang mencintai dan dicintai menyatu dalam kekuatan cinta yang berpengetahuan. Mencintai lalu bersifat eksklusif sebab dipahami sebagai eksistensi diri yang bersedia untuk memahami yang dicintai tanpa landasan berpikir transaksi.
Hidup tanpa mencintai adalah hidup yang kehilangan makna sebab seperti kata Da Vinci 'life without love, what then'. Maka mencintai merupakan unsur dasar yang memungkinkan kehidupan tetap berlangsung dalam makna yang semakin mendalam dan berarti.​​

​

Kepada jemaat di Korintus, Paulus mengemukakan pengajaran penting tentang pengakuan sebagai karya Roh Kudus bahwa Yesus adalah Tuhan. Sebuah pengakuan yang tidak didasarkan pada kekosongan pengetahuan tetapi didasarkan pada pengakuan tentang fakta-fakta yang dialami dalam kehidupan. Pengakuan tentang Yesus adalah Tuhan adalah pengakuan yang didasarkan pada pengetahuan tentang kebenaran yang paling mendasar bahwa kehadiran-Nya dikuasai oleh cinta (band. Yoh.3:16). Dengan pemahaman seperti inilah maka pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan merupakan pengakuan yang bergerak secara eksklusif dan mengabaikan berbagai tarikan lain yang disebut Paulus sebagai berhala. Pengenalan akan Allah menjadi pengetahuan tentang kebenaran yang dalam perspektif cinta semakin membuat orang percaya merindukan-Nya, ingin dekat dengan-Nya, melakukan apapun untuk-Nya dan kesediaan untuk merasakan sakit jika diabaikan-Nya. Pengajaran Paulus ini bertumpu pada relasinya dengan Tuhan dan bagaimana relasi itu terus dirawatnya dalam berbagai fakta kehidupan yang tidak jarang membuatnya kesakitan. Sekalipun demikian segala tarikan berhala-berhala yang bisa menjadi penghalang cintanya kepada Tuhan diperjuangkannya untuk dibaikan. Paulus tidak memilih untuk mengalami kesenangan sementara dan kehilangan cinta-Nya sehingga hal tersebut dikemukakan kepada jemaat di Korintus.

​

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Dalam konteks inilah maka pengajaran Paulus perlu dihayati sebagai keputusan yang penting dan mendasar. Keputusan untuk menjadi pengikut Yesus adalah keputusan yang tidak emosional semata tetapi didasarkan pada hal ini:

​

1. Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan sebagai karya Roh Kudus memungkinkan pengakuan tersebut tidak berhenti pada pengakuan verbal semata. Pengakuan itu harus selalu menghadirkan antusiasme untuk mengetahui kebenaran-Nya (band. Yoh. 14:6). Kehidupan sebagai warga gereja semakin hari semakin diperkaya dengan kebenaran bahwa Ia adalah sumber dari cinta (1 Yoh. 4:8). Allah adalah Allah yang identik dengan kasih sehingga ketika warga gereja mengakui Yesus sebagai Tuhan hal ini didasarkan pada karya Roh Kudus yang menanamkan kebenaran tersebut dalam diri setiap orang percaya.

​

Kebenaran inilah yang memungkinkan pengakuan orang percaya selalu berujung pada tindakan mengasihi. Pengakuan bisa saja diucapkan tetapi diperlukan perjuangan yang terus menerus untuk mewujudkan pengakuan tersebut. Pengakuan bisa saja diucapkan dengan lantang tetapi apakah perjuangan untuk mewujudkan pengakuan itu juga dengan lantang diwujudkan? Mencintai adalah keputusan yang bebas tetapi didalamnya selalu diperlukan tanggung jawab yang tidak sederhana. Mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan hanya menjadi pengakuan yang bersumber dari Roh Kudus ketika pengakuan tersebut selalu berujung kesediaan untuk mengejar pengetahuan tentang diri-Nya. Dalam konteks masa kini pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan bukanlah pengakuan yang mudah sebab dunia bisa hadir sebagai berhala yang menarik dan mempesona. Pengakuan harus terus
diperjuangkan dan ruang perjuangan itu ada dalam keluarga. Maka pengakuan tentang Yesus adalah Tuhan harus terus diperjuangkan untuk menangkal kebenaran dunia yang tidak sejajar dengan kebenaran-Nya.

​

2. Kehidupan yang didasarkan pada cinta selalu hadir dalam kekuatan mencintai sesama ciptaan Allah. Hal ini berarti bahwa mengakui Yesus adalah Tuhan berarti kesediaan untuk mengakui bahwa Yesus juga mencintai manusia yang lain. Di pasal 1 Kor. 11: 17-34, Paulus menunjukkan bahwa cara perjamuan yang keliru adalah ketika perjamuan itu tidak mempertimbangkan kehadiran orang lain. Maka dipasal 12 ini Paulus hendak mengajarkan tentang perlunya pertimbangan-pertimbangan relasional dengan sesama. Artinya semua karunia yang bersumber dari Roh Kudus selalu membawa manfaat kepada sesama. Mempertimbangkan kepentingan sesama membuat jemaat di Korintus terhindar dari egoisme keagamaan yang sempit. Kehidupan yang didasarkan pada cinta selalu menjadi kehidupan yang bermanfaat melalui kehadiran yang dikuasai oleh kebenaran-Nya. Mencintai adalah anugerah yang luar biasa dari Allah sehingga mencintai selalu diwarnai kesediaan untuk berarti pada sesama. Maka mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan adalah pengakuan yang didasarkan pada karya Roh Kudus dan berujung tindakan yang membawa manfaat. Kesediaan untuk hadir bermanfaat bagi sesama tanpa menonjolkan diri adalah salah satu indikator cinta sehingga dapat tiba pada pengakuan Ia harus semakin besar dan aku harus semakin kecil (Yoh.3:30).

​

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan pengajaran demikian maka kehadiran selaku orang percaya selalu diwarnai dengan pengakuan yang tidak berhenti pada ucapan saja tetapi terus diperjuangkan dalam tindakan. Cinta kepada Tuhan adalah cinta yang didasarkan pada kebenaran bahwa cinta itu selalu mendatangkan manfaat bagi sesama. Mengatakan bahwa saya percaya Yesus adalah Tuhan membutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk 'mengatakannya' dalam tindakan. Maka jangan pernah abaikan cinta sebab hidup tanpa cinta adalah kehidupan yang tidak bermakna.

​

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya cinta kita tidak sia-sia.
Amin.

(www.aletlora.com)

KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH

DSC09191.JPG

Address

Jl. Lebak Bulus III No. 50, 
Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 12440

Phone

021-765-5527

Email

Connect

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram

© 2022 - 2026 GPIB Jemaat Sumber Kasih DKI Jakarta. ALL RIGHT RESERVED.

bottom of page