
Minggu, 17 Mei 2026
Pukul 09.00 WIB | R. Rapat & R. PelKat PA, lt. 1
Minggu, 10 Mei 2026
Pukul 09.00 WIB | R. PelKat PT, lt. 1
Khotbah Tematis
"Hope in Uncertainty"
Minggu, 17 Mei 2026
Pukul 09.00 WIB | R. PelKat PT, lt. 1
Khotbah Tematis
"Peace Beyond Chaos"
RENUNGAN DARI MEJA PENDETA
REALITAS KRISIS
( Kisah Rasul 1: 12 - 14 )
------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi;
Peristiwa Yesus naik ke sorga bukanlah peristiwa usainya kehadiran Yesus di dunia tetapi awal dari pergerakan damai sejahtera yang dilakukan dengan militan. Kehadiran para murid yang melihat ke atas (ke langit di ayat 11) dengan segera diperintahkan untuk melihat ke bawah, ke dunia. Para murid kini tidak lagi menengadah ke atas tetapi harus menunduk ke dunia sebab bukankah hanya dalam menunduk ditampilkan sikap bergantung pada Allah dan sekaligus melihat dunia. Kehadiran para murid yang sebelum kenaikan Yesus ke surga mengalami intimidasi dan ketakutan, sekarang menghadapi kenyataan baru setelah perjumpaan dengan Yesus selama 40 hari. Jadi menunduk melihat dunia adalah sikap yang dihasilkan dari pembelajaran untuk terus memberitakan injil. Para murid yang dilengkapi oleh Yesus adalah para murid yang kini harus kembali pada identitas mereka yang baru sebagai pemberita kabar sukacita.
Di sisi lain kehadiran para murid sekaligus dengan para perempuan menunjukkan bahwa pelayanan dan persekutuan tidak dibatasi oleh laki-laki atau perempuan. Kehadiran para murid yang kesemuanya bertekun dalam doa dan sehati menjadi persekutuan yang menampilkan kuatnya ketergantungan kepada Allah. Kesadaran inilah yang menjelma menjadi kekuatan dalam pelayanan. Maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan ialah:
​
1. Kembali ke Yerusalem (ayat 12) adalah keputusan yang bererisiko. Kembali ke Galilea ke kampung halaman jauh lebih aman. Kembali ke Yerusalem sekaligus adalah kembali mengalami krisis (krinein : point of decision). Yerusalem lalu menjadi keputusan mendasar sebab Pentakosta terjadi di Yerusalem. Keputusan untuk kembali ke Yerusalem memang bukan hal mudah tetapi itulah yang dikehendaki Yesus dengan menyatakan mulai dari Yerusalem.
Dalam hal ini para murid menampilkan kesetiaan pada perintah Tuhan untuk meneruskan kabar sukacita di tengah krisis. Krisis bisa saja terjadi, tetapi krisis tidak mengubah loyalitas pelayanan sesuai rencana-Nya. Melayani memang tidak mudah sebab pelayanan harus berlangsung dalam sikap tunduk kepada-Nya dan inilah yang menantang. Ministry in no way is a privilege...it is the core of the Christian life. No Christian is a Christian without being a minister. (Pelayanan sama sekali bukan suatu hak istimewa... itu adalah inti kehidupan Kristen. Tidak ada orang Kristen yang menjadi Kristen tanpa menjadi pelayan)
Pelayanan yang berlangsung bisa saja berhadapan dengan krisis namun dalam keadaan demikian hadirlah point of decision (titik keputusan) yang akan berpengaruh, gereja yang melayani adalah gereja yang berhadapan dengan kenyataan akibat keputusan kembali ke Yerusalem dan itulah hakikat gereja yang mentaati perintah Yesus Kristus Sang Kepala Gereja. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas pelayanan adalah ketika dalam krisis membuat keputusan yang tepat yang sulit namun mengarah bagi Tuhan.
​
2. Bertekun dalam doa (ayat 13-14) adalah bertekun dalam persekutuan yang beragam. Murid-murid Yesus yang disebutkan menunjukkan bahwa mereka hadir dengan kerapuhan mereka bersama. Bertekun dalam doa adalah dalam rangka memulihkan kembali kebersamaan spiritualitas yang akan memasuki pelayanan besar. Petrus yang tadinya menyangkal, Thomas yang apatis, Yohanes yang pendiam dan para perempuan semuanya akan berubah. Inilah persekutuan orang-orang yang mengalami pembaruan dalam Yesus Kristus. Inilah juga persekutuan yang menjadi gerak gereja yakni gereja yang memahami kerapuhannya dan menghayati panggilan pengutusannya. Gereja yang menyadari bahwa kehidupan selaku persekutuan yang bertekun dalam doa adalah persekutuan yang akan berada di tengah krisis namun tetap setia dalam panggilan pengutusan.
​
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi;
Belajar dari kedua hal tersebut kita semua diundang memasuki keputusan yang kita buat melalui janji pelayanan. Apakah di rumah, apakah di gereja, apakah di kantor, semua bentuk tugas kita adalah pelayanan itu sendiri.
Maju terus bersama Tuhan yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin
​
KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH




