top of page
Lukas 13 : 29
"Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dan dari Utara dan Selatan,
dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah."
DSC09246.JPG

Jadwal Ibadah

12 Juli 2026
Minggu VII Sesudah Pentakosta
~ HUT PelKat PKB ~

09.00 WIB | Pdt. Fransisca H.E. Toding Datu - Manuputty

(PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih)

17.00 WIB | Pdt. Martha Iskandar - Mamusung

18 Juli 2026
Minggu VIII Sesudah Pentakosta
~ HUT PelKat GP ~

09.00 WIB | Pdt. Em. Jeffrey W. Ch. Sompotan

17.00 WIB | Pdt. Agus Sugiarto, S.Si Teol

(KMJ GPIB Jemaat Setiabudi Jakarta)

Minggu, 18 Juli 2026

Pukul 09.00 WIB | R. Rapat & R. PelKat PA, lt. 1

Minggu, 18 Juli 2026

Pukul 09.00 WIB | R. PelKat PT, Lt. 1​

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

MANUSIA DAN KEKERASAN

( Kejadian 4:1-9 )

------------------------------------------------------------------------------------

Sahabat-sahabat yang Tuhan kasihi,
Manusia dengan segala keistimewaan yang melekat padanya (sebelum kejatuhan dalam dosa) adalah manusia yang memilih untuk tunduk pada keinginannya sendiri. Manusia yang diciptakan Allah dengan kualitas hampir sama dengan Allah (Maz. 8:5) adalah ciptaan yang istimewa (masterpiece of God). Kapasitas yang demikian membuat manusia berada di puncak seluruh ciptaan Allah dengan keistimewaan yang disandangnya.

​

Namun ketika manusia tunduk pada keputusan yang dibuatnya sendiri maka dengan segera manusia memasuki keadaan yang berbeda. Ia tidak lagi sebagai ciptaan yang paling baik namun jatuh dalam kejahatan yang merendahkan derajat pencipta-Nya. Maka kejahatan manusia adalah bentuk penghinaan yang paling mendasar terhadap sang Pencipta yakni Allah sendiri.


Dalam perspektif ini maka narasi tentang Kain dan Habel serta peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Kain adalah tindakan yang secara eksplisit memperlihatkan pemberontakan manusia. Kesadaran bahwa manusia adalah mahluk yang lemah tidak lagi menjadi narasi introspeksi diri tetapi pembenaran diri.

​

Persembahan yang diberikan Kain tidak lagi diposisikan sebagai sebuah penyerahan tetapi kalkulasi untung-rugi. Manusia yang berasal dari tanah tidak memberi persembahan dari hasil tanahnya tetapi menampilkan kuasanya atas tanah. Inilah pemberontakan dan pengingkaran manusia terhadap Allah yang bersumber dari arogansi (hati yang panas) dan berujung pada pembunuhan.


Sahabat-sahabat terkasih,

 

Kain adalah simbol manusia masa kini yang berasal dari tanah tapi memberontak terhadap yang punya tanah yakni Allah. Tindakan manusia yang mengingkari karya Allah merupakan penolakan terhadap perenungan (saat teduh) sebab manusia berada dalam aktifitasnya dengan tingkat kebisingan yang tinggi.


Kain adalah simbol manusia yang nampak sibuk dengan pelayanan gereja dan bergerak dalam alur yang bising memuji Tuhan namun merendahkan martabat-Nya dengan kejahatan. Narasi tentang Kain adalah narasi kejahatan manusia yang menolak berdiam diri di hadapan Allah namun mencari pembenaran diri dengan cara membunuh.

​

Kain adalah representasi manusia yang membunuh akal sehat demi kekayaan, yang membunuh nalar demi jabatan, yang membunuh kebajikan demi posisi yang ujungnya adalah membunuh diri demi pengakuan.
Ternyata manusia memerlukan keteduhan diri agar terhindar dari akal jahat dengan dustanya supaya terus berbudi luhur dan melakukan keluhuran (Yes. 32:7-8). Bersaat teduh dalam komunitas yang sejuk akan menghadirkan perbedaan yang mendasar antara yang mulia/luhur dan yang hina.

​

Dalam keluarga hal ini penting untuk kita perhatikan yakni suami-istri yang membangun saat teduh bersama Tuhan agar terhindar dari keriuhan kerja yang tidak meluhurkan kehidupan anugerah-Nya. Teduh dalam kebersamaan untuk mengabaikan kekerasan terhadap pasangan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

(www.aletlora.com)

KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH

IBADAH PKB (1).jpeg
DSC09191.JPG

Address

Jl. Lebak Bulus III No. 50, 
Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 12440

Phone

021-765-5527

Email

Connect

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram

© 2022 - 2026 GPIB Jemaat Sumber Kasih DKI Jakarta. ALL RIGHT RESERVED.

bottom of page