
Jadwal Ibadah
8 Maret 2026
Minggu IV Prapaskah
09.00 WIB | Pdt. Murwanto Moesamo
~PJ GPIB Jemaat Sumbe Kasih~
17.00 WIB | Pdt. (Em) Slamet Iskandar
15 Maret 2026
Minggu III Prapaskah
09.00 WIB | Pdt. Mince Muli Kale, S.Th.
~PJ GPIB Jemaat Pasar Minggu~
17.00 WIB | Pdt. Septy Marlin Souhuka
~KMJ GPIB Jemaat Markus~
Pukul 09.00 WIB | R. Rapat lt. 1
Pukul 09.00 WIB | R. Paulus & Timotius lt. 1
Sektor VI
Selasa, 10 Maret 2026 | 11.00 WIB
Kediaman : Hani Hutapea
Bumi Karang Indah, Jl. Karang Mega C1/2, Lebak bulus
Pelayan Firman : Pnt. Henderina A. Huka - Pattinasarany
Pelayan Liturgi : Devi Sari Prihartini
Sektor V
Senin, 30 Maret 2026 | 17.00 WIB
Kediaman : Endang Sinaga
Jl. H. Jeman 1 Pangkalan Jati
Pelayan Firman :
Dkn. Nanda Yohanna Casparina Adnan
Pelayan Liturgi : Atta Wahyudi
Sektor I, II, III
Selasa, 11 Maret 2026 | 10.00 WIB
Kediaman : Indri Mandagie
Jln.Keuangan III No.79 Komp. Keuangan,
Jakarta Selatan
Pelayan Firman : Pnt. Louna Ticoalu
Pelayan Liturgi : Linda Hilliard
RENUNGAN DARI MEJA PENDETA
HIDUP BERKELIMPAHAN DI DALAM TUHAN
(Yesaya 55 : 1 - 9)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Setiap undangan yang diberikan kepada seseorang tentu terkandung 2 hal penting yakni, acara yang dianggap istimewa oleh si pengundang dan mereka yang digolongkan istimewa untuk diudang. Dalam undangan yang disampaikan bahwa begitu istimewanya sehingga dicantumkan dresscode, dicantumkan juga RSVP (Répondez, S'il Vous Plaît) respond please. Sebuah undangan senantiasa berkaitan dengan acara khusus. Yang mengundang dan yang diundang adalah faktor yang sangat penting. Jika si pengundang adalah seorang yang terhormat bisa saja ada tanggapan yang serius. Jika yang diundang adalah orang terhormat tentu akan membawa warna lain dalam pesta.
​​
Undangan yang disampaikan Allah melalui Yesaya menunjukkan bahwa ada peristiwa penting. Sebuah peristiwa yang berkaitan dengan eksistensi umat. Bahkan sebuah peristiwa yang berpengaruh pada perjalanan hidup umat. Maka panggilan Allah merupakan sebuah undangan yang memengaruhi keputusan umat. Sebuah undangan memasuki babak baru kehidupan yang diwarnai dengan pembebasan. Allah mengundang, yang mengundang adalah Pribadi yang berwibawa, berkuasa dan berpengaruh. Pribadi yang mengundang adalah Pribadi yang melakukan tindakan pembebasan dan karenanya bukan Pribadi yang biasa. Suasana keluar dari Babel dan melangkah dalam langkah kepastian adalah suasana yang dialami secara nasional (55: 12-13). Suasana yang menyegarkan itu dapat disejajarkan dengan pernyataan Yesus di Yoh. 4: 10, yakni air kehidupan.
​
Undangan ini bukanlah sesuatu yang bersifat ilusi, tetapi undangan ini adalah sebuah peristiwa yang konkrit. Undangan Allah memperlihatkan bahwa Ia mengasihi umat dengan kasih yang tidak terpahami oleh manusia (55:9). Rancangan Allah berbeda dengan rancangan manusia dan jalan-Nya tidak pernah sama dengan jalan manusia. Kenapa? Sebab ketika jalan dan rencana manusia hanyalah jalan dan rencana yang mengarah kepada diri sendiri, maka jalan dan rencana Allah adalah jalan dan rencana yang mengarah kepada banyak orang (nasional).
​
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Undangan yang disampaikan Allah adalah undangan penting. Sebuah ajakan untuk membangun masa depan baru yang dilandasi dengan janji-Nya kepada Daud (ayat 3). Di tengah kenyataan bahwa umat tidak layak dan tidak pantas, justru inilah keadaan dimana tangan Tuhan terulur. Ia mengulurkan tangan perdamaian yang hendak membangun lagi sebuah masa depan baru yang diliputi dengan damai sejahtera, umat tidak sekedar diundang namun undangan kepada umat menempatkan umat pada kenyataan yang baru yakni umat yang mengalami pemulihan.
​
Maka jawaban atas undangan tersebut adalah jawaban pembaruan ketika umat bersedia mengalami koreksi. Umat bersedia untuk mengalami pembersihan dari dosa. Umat kemudian mengalami perubahan cara pandang terhadap realitas dimana air dan roti adalah penting namun yang utama adalah: 'sedengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku, dengarkanlah maka kamu akan hidup' (ayat 3a).
Itulah juga yang menjadi jawaban Yesus ketika mengalami pencobaan yakni: manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (Mat. 4: 4)
​
Maka seluruh tindakan Allah yang dilakukan kepada umat waktu itu merupakan sebuah pembaruan yang dimotori oleh Allah. Allah sendiri yang berinisiatif melakukan pembaruan dan perdamaian. Allah sendiri yang mengambil prakarsa untuk membangun relasi yang baru dan diwarnai rencana dan maksud penyelamatan Allah bagi umat.
​
Sahabat-sahabat terkasih,
Di minggu-minggu pra paskah atau minggu-minggu sengsara ini keberadaan kita selaku umat Tuhan saat ini juga mengalami undangan yang sama. Firman Tuhan ini mengajak kita semua untuk merenungkan kembali gagasan perdamaian yang diwujudkan Allah dengan tindakan mengulur tangan-Nya. Sebuah undangan rekonsiliasi. Maka melalui firman Tuhan ini kita dituntun untuk memahami bahwa:
​
1. Di dunia yang penuh dengan penindasan, baik itu kuasa maupun ekonomi. Di dunia yang penuh dengan kekerasan,
yakni kekerasan terhadap anggota keluarga. Di tengah kenyataan demikian, kita bisa mengalami keletihan,
kepenatan secara rohani. Kita berpikir bahwa seluruh keberadaan kita di tengah berbagai pergumulan seolah
menjalani lorong gelap yang tidak berujung. Kita mungkin saja sedang berada dalam kehilangan motivasi untuk terus
berkarya sebab seluruh karya kita seolah diabaikan dan disingkirkan. Kita mau untuk terus bersikap jujur tetapi justru
tersengal-sengal oleh tekanan yang luar biasa. Di titik inilah kita hendaknya mendengar suara Tuhan yang memanggil
kita seraya mengundang kita semua. Marilah, dengarkanlah Aku. Apa yang hendak Ia sampaikan agar kita dengar
adalah janji-Nya. Hubungan perjanjian yang membuka harapan baru bahwa kita tetap mengalami berkat-Nya.​
​
Allah mengundang kita menghadapi kenyataan yang diwarnai dengan anugerah-Nya, bahwa Ia tetap setia. Ia tetap
menunjukkan karya keselamatan yang membebaskan. Ia mengulurkan tangan yang memberi keyakinan bahwa
sekalipun dunia di sekitar kita merancang kejahatan, Ia mengubah rancangan kejahatan menjadi berkat. Jadi di
setiap keluarga hendak dikemukakan bahwa kehidupan rumah tangga saudara mengalami undangan yang sama
agar memasuki kesejahteraan di dalam Tuhan, bukan karena tidak ada masalah tetapi karena Allah ada.
​
2. Undangan ini sekaligus mendorong kita untuk mengakui bahwa kita tidak berdaya jika Tuhan tidak beserta.
Undangan ini sekaligus menunjukkan bahwa manusia yang tidak layak kini dilayakkan mengalami suasana penuh
kepastian di dalam ketidakpastian. Undangan ini sekaligus mendorong kita memasuki ruang pertobatan dan
rekonsiliasi agar supaya hidup diwarnai dengan perdamaian.
Ketika dunia bangga dengan kesewenang-wenangan, kita dapat berkata lirih dalam kepastian bahwa kita bangga
bersama Tuhan. Tatkala dunia menganut pola hidup, senang melihat penderitaan orang lain dan menderita karena
orang lain senang, selaku umat Tuhan kita dapat berkata sebaliknya. Bahwa kita mengalami kasih-Nya sehingga
tidak ada kesempatan untuk menyusahkan orang lain. Kita bisa saja bahagia karena kita mengalami berkat2-Nya,
namun kita semakin berbahagia jika menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Dimulai dari rumah. Pasangan
suami-istri yang saling menopang adalah relasi yang dibangun dengan penuh sukacita.
​
Sahabat-sahabat ynag Tuhan Yesus kasihi;
Marilah kita semua menjawab undangan-Nya dengan keyakinan bahwa di dalam undangan tersebut, kita mendapat kenyataan yang baru, yakni umat Tuhan yang mengalami pengampunan, pembebasan dan sekaligus umat Tuhan yang menatap hari esok dengan kepastian. Hendaknya kita meyakini bahwa penjara yang membelenggu kita adalah pikiran yang jahat dan tidak mau bertobat. Namun ketika kita mengalami pengampunan-Nya kita akan melangkah keluar dari penjara pikiran jahat dengan hati bersih. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin.
KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH
Phone
021-765-5527
