
Jadwal Ibadah
15 Februari 2026
Minggu Transfigurasi
09.00 WIB (Khotbah Tematis) | Pdt. Alexius Letlora
~KMJ GPIB Jemaat Sumber Kasih~
17.00 WIB | Pdt. Devi O. Bawole - Dantjie
~PJ GPIB Jemaat Immanuel Makassar~
(Corak Muda)
22 Februari 2026
Minggu VI Prapaskah
09.00 WIB (Khotbah Tematis) | Pdt. Alexius Letlora
~KMJ GPIB Jemaat Sumber Kasih~
17.00 WIB (HUT PelKat PKP GPIB) |
Pdt. Zakarias Marthin Tuarissa S.Th.
~PJ GPIB Petra Bogor~
Pukul 09.00 WIB | R. Rapat lt. 1
Pukul 09.00 WIB | R. Paulus & Timotius lt. 1
RENUNGAN DARI MEJA PENDETA
KELUARGA KRISTEN
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keluarga Kristen yang diawali oleh persekutuan suami-istri yang diberkati adalah persekutuan yang harus menjaga keseimbangan antara yang ideal dan aktual serta dituntut untuk mampu menjawab tantangan masa kini.
​
Sebagai persekutuan yang harus memaknai kehadirannya secara bertanggungjawab di tengah tantangan jaman sebagai akibat perubahan yang terjadi maka keluarga Kristen tidak dapat mengabaikannya begitu saja.
​
Tantangan jaman yang digambarkan oleh Michiko Kakutani sebagai 'Pirates and The New Frankenstein' memperlihatkan hadirnya keadaan yang dapat merampas makna kehadiran keluarga Kristen. Hal ini memperlihatkan terjadinya disrupsi yang menantang dalam dan di segala lini termasuk konteks keluarga.
​
Secara ideal suami-istri Kristen senantiasa memiliki peluang yang besar untuk mewujudkan apa yang disebut sebagai "reclaiming the design". Maksudnya ialah suami-istri yang memahami bahwa kehadiran mereka sebagai pasangan dari waktu ke waktu semakin meluas. Luas dalam interaksi, luas dalam mobilitas, luas dalam upaya pengembangan profesi sehingga kemampuan beradaptasi dalam mempertahankan kualitas keluarga juga sangat sangat menantang. Di tengah kenyataan yang demikian maka kewaspadaan untuk merawat kualitas kehadiran keluarga menjadi sangat penting sehingga ketegangan inilah yang perlu terus diperhatikan agar keluarga tidak mengabaikan tantangan yang dihadapi sekaligus tidak jatuh dalam sikap pesimis.
​
Dalam masyarakat yang semakin terkooptasi oleh gaya hidup transaksional maka nilai-nilai utama sebagai keluarga Kristen juga semakin terancam. Penghayatan terhadap makna keluarga missional perlu terus dikemukakan sebagai jawaban atau tanggapan terhadap beragam perubahan yang terjadi.
​
Dikemukakan juga oleh Yat Por Lau bahwa: Dua fungsi penting keluarga yang diturunkan ke gereja adalah pemuridan dan misi. Dalam pemuridan, keluarga dilihat sebagai sekelompok individu dan gereja mengajarkan Firman kepada seluruh jemaat dari mimbar serta memberikan pelajaran Alkitab kepada setiap anggota keluarga sesuai dengan usia, tahap kehidupan dan bidang minat mereka. Misi adalah untuk individu, pasangan atau keluarga yang terpanggil.
​
Pernyataan Dietrich Bonhoeffer bahwa perkawinan tidak hanya bersifat personal tetapi menyandang tugas yang diberikan oleh Allah dapat menjadi dasar dari tindakan untuk menjaga dan merawat panggilan dan pengutusan secara bertanggungjawab.
​​
Maka perhatikan hal berikut:
1. Jangan biarkan keluarga diracuni oleh semangat kecemburuan pada keberhasilan keluarga lain. Ingat: iri hati adalah
racun yang mematikan.
2. Perhatikan bahwa Keluarga Kristen tidak hanya kontekstual dan aktual tetapi sekaligus kontrakultural agar dapat
menampilkan makna jatidiri yang rapuh dan sekaligus tangguh dalam kasih karunia-Nya.
3. Keluarga adalah keajaiban karya Allah yang memberi pengharapan bahwa jerih lelah tidak pernah sia-sia.
​​
KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH
Phone
021-765-5527




