top of page
Lukas 13 : 29
"Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dan dari Utara dan Selatan,
dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah."
DSC09246.JPG

Jadwal Ibadah

15 Maret 2026
Minggu III Prapaskah

09.00 WIB |  Pdt. Mince Muli Kale, S.Th.

~PJ GPIB Jemaat Pasar Minggu~

17.00 WIB |  Pdt. Septy Marlin Souhuka

~KMJ GPIB Jemaat Markus~

22 Maret 2026
Minggu II Prapaskah

09.00 WIB |  Pdt. Esther Suthya-Tumansery
~KMJ GPIB Jemaat Yahya Jakarta Barat~

17.00 WIB |  Pdt. Martha Iskandar-Mamusung

Pukul 09.00 WIB | R. Rapat lt. 1

Pukul 09.00 WIB | R. Paulus & Timotius lt. 1

Sektor V

Senin, 30 Maret 2026, pukul 17.00 WIB

Kediaman : Endang Sinaga

Jl. H. Jeman 1 Pangkalan Jati


Pelayan Firman : Dkn. Nanda Yohanna Casparina Adnan
Pelayan Liturgi : Atta Wahyudi

Sektor I, II, III

Selasa, 31 Maret 2026, pukul 10.00 WIB

Kediaman : Indri Mandagie

Jln.Keuangan III No.79 Komp. Keuangan,

Jakarta Selatan


Pelayan Firman : Pnt. Louna Ticoalu
Pelayan Liturgi : Linda Hilliard

Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 17.00 WIB

Ruang Rapat, Lt. 1

GPIB Jemaat Sumber Kasih

​

Pelayan Firman :

Pdt. Fransisca H.E. Toding Datu - Manuputty

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

MAUKAH ENGKAU SEMBUH?

(Yohanes 5 : 1-13)

------------------------------------------------------------------------------------

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi,

Sembuh adalah kata bertuah yang diharapkan semua orang yang sakit, baik ringan atau berat. Sembuh adalah sebuah keadaan baru sebagai pemulihan atas penyakit atau luka berlangsung. Maka kesembuhan merupaan harapan yang dapat menjadi pemicu ketahanan penantian dan berpotensi merubah cara pandang seseorang atas kehidupan.

​​​

Kesembuhan jelas merupakan sebuah proses perubahan pada seseorang sebab ekonominya berubah, status sosialnya berubah,  bahkan cara pandang pada Tuhan bisa mengalami perubahan. Inilah yang dikemukakan dalam bacaan kita bahwa hal utama dan terutama dalam kehidupan adalah jawaban atas pertanyaan Tuhan 'maukah engkau sembuh?'. Sebuah pertanyaan yang  tidak hanya berhubungan dengan penyakit seseorang tetapi menyentuh seluruh aspek kehidupan seseorang.

​

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Melalui bacaan kita sekarang hendak dikemukakan dua hal mendasar yang perlu menjadi perhatian kita yakni:

​​

1. Ayat 1. Ada hari raya orang Yahudi. Hari raya ini berkaitan dengan hari raya Tabernakel untuk mengingatkan bahwa Allah membebaskan umat dari Mesir dan menyertai mereka selama 40 tahun di padang gurun. Allah menyediakan kebutuhan umat dalam perjalanan panjang sebagai bentuk hubungan perjanjian antara manusia dan Allah. Hari raya orang Yahudi lalu menjelaskan bahwa Allah menuntun umat dalam sebuah proses penyembuhan. Allah menyediakan bagi umat segala yang diperlukan dalam kerangka penyembuhan. Penyembuhan yang bersifat luas dan massif dialami oleh umat Israel. Ironisnya di  tengah hari raya Yahudi yang memperingati pembebasan ada kumpulan orang yang sedang mengalami kelumpuhan. Ada banyak yang sakit dan berusaha mengalami penyembuhan sehingga penantian seseorang selama 38 tahun merupakan kesabaran yang luar biasa. Penantian dan pengharapan semacam inilah yang dijumpai oleh Yesus dengan pertanyaan 'maukah engkau sembuh?' (ayat 6)

​

Jawaban orang sakit tersebut tidak menjawab pertanyaan Yesus, sebaliknya ia menceritakan bahwa tidak ada yang menolongnya (ayat 7). Inilah tanggapan Yesus terhadap mereka yang sakit, apalagi di tengah hari raya orang yahudi. Inilah yang hendak diluruskan lagi oleh Yesus bahwa mereka yang lumpuh adalah orang yang juga berhak merayakan pembebasan Allah. Mereka  yang mengalami kelumpuhan juga perlu merasakan sukacita pembebasan yang Allah kerjakan.​

​

Di tengah suasana merenungkan karya pengorbanan Yesus Kristus, kitapun diundang untuk berhadapan dengan pertanyaan yang tetap aktual 'maukah engkau sembuh?'. Sebuah pertanyaan untuk memberi penegasan bahwa peringatan atas karya Allah menjadi tidak berarti jika kelumpuhan masih dialami.​​

​

Ada kelumpuhan nurani yang berlangsung lama, ada kelumpuhan ekonomi, ada suami-istri yang mengalami kelumpuhan. Semua model kelumpuhan juga terjadi di sekitar kita. Moralitas yang lumpuh menghadirkan perilaku permisif sehingga mencuri bisa dihalalkan. Suami-istri yang mengalami kelumpuhan sehingga tidak lagi mewujudkan rencana Allah melalui rumah tangga mereka. Semua ini menunjukkan bahwa pertanyaan Yesus haruslah dijawab dengan sungguh-sungguh.

​

Maka penyembuhan yang kita alami tidak saja berkaitan dengan sakit dan penyakit tetapi berkaitan juga dengan semua belenggu yang bisa saja kita alami. Yesus adalah Tuhan yang menyembuhkan kita untuk menghadirkan karya Allah yang membebaskan. Maka di minggu-minggu pra-paskah inilah kita semua dapat merenungkan lagi jawaban kita atas pertanyaan Yesus. Maka jawablah 'ya aku mau sembuh'.

​​

2. Ayat 8-9. Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah, maka pada saat itu juga sembuhlah orang itu. Penyembuhan yang dihadirkan Yesus menunjukkan bahwa Ia berkuasa atas setiap bentuk kelumpuhan. Tindakan Yesus di hari Sabat juga menunjukkan bahwa kuasa-Nya lebih tinggi dari hari Sabat (ayat 10). Tindakan Yesus ini ditempatkan dalam kesejajaran dengan tindakan Allah (ayat 17) sehingga membuka konfrontasi dengan orang Farisi. Kelompok rohaniawan yang tidak menghadirkan pembebasan sebaliknya melumpuhkan banyak orang. Praktik keagamaan yang melumpuhkan kini diluruskan oleh Yesus sekalipun menghasilkan permufakatan jahat.​​

​

Bangunlah adalah sebuah perintah dan bukan sebuah pilihan yang ditentukan oleh si lumpuh. Perintah itu menunjukkan bahwa dominasi Yesus atas manusia adalah dominasi damai sejahtera. Manusia yang menjawab dengan tepat sebagai respons atas dominasi Tuhan akan mengalami proses penyembuhan yang tidak saja di seputar penyakit tetapi totalitas kehidupan. Manusia yang berdosa mengalami penyembuhan sehingga manusia dimungkinkan untuk mengalami pembebasan atas penyakit yang melumpuhkan dirinya. Maka selaku orang percaya dewasa ini kita perlu untuk terus menghayati karya pembebasan-Nya sebagai sebuah perintah. Artinya manusia perlu menyadari tindakan Allah yang membebaskan adalah tindakan damai sejahtera. Maka mengalami damai sejahtera merupakan perintah Allah bagi manusia agar manusia bergantung pada dominasi karya Allah.

​

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Maka melalui bacaan ini kita patut mensyukuri karya Allah yang senantiasa membebaskan kita. Kita bisa saja mengalami kelumpuhan tetapi Ia pasti membebaskan sebab Ia dominan atas seluruh kehidupan kita. Ayo berdiri, jangan diam, ayo berdiri jangan gusar, Ia yang mengasihi kita selalu berkata 'bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah'.

​

Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya segala kelumpuhan kita dipulihkan.
Amin

(www.aletlora.com)

KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH

DSC09191.JPG

Address

Jl. Lebak Bulus III No. 50, 
Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 12440

Phone

021-765-5527

Email

Connect

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram

© 2022 - 2026 GPIB Jemaat Sumber Kasih DKI Jakarta. ALL RIGHT RESERVED.

bottom of page