
Jadwal Ibadah
2 Agustus 2026
Minggu X Sesudah Pentakosta
~ HUT YaPenDik GPIB~
09.00 WIB | Pdt. Francisca H. E.
Toding Datu - Manuputty
(PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih Jakarta)
17.00 WIB | Pdt. Murwanto Moesamo
(PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih Jakarta)
9 Agustus 2026
Minggu XI Sesudah Pentakosta
09.00 WIB | Pdt. Dr. Sarah Martha Yuliana Tahitu-Hengkesa, S. Ag, M.Pdk.
(Ketua 3 Fungsionaris MS GPIB)
17.00 WIB | Vik. Almeidika Anindia
Minggu, 2 Agustus 2026
Pukul 09.00 WIB | R. Rapat & R. PelKat PA, lt. 1
Minggu, 2 Agustus 2026
IHMPT Khotbah Tematis bulan Agustus 2026
SURVIVAL :
How To Live by Faith in a Broken World
Pukul 09.00 WIB | R. PelKat PT, Lt. 1​
RENUNGAN DARI MEJA PENDETA
PEKERJA DENGAN BELAS KASIHAN
( Matius 9 : 35 - 38 )
------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi;
Perikop bacaan ini menghadirkan keindahan karya Allah yang menunjukkan bahwa dalam Yesus Kristus selalu terbuka kesempatan baru, peluang baru. Kesempatan atau peluang baru untuk menjelaskan bahwa hidup demikian bernilai sekalipun di tengah kenyataan yang suram. Perikop ini adalah bagian dari tindakan Yesus setelah mengajar dalam khotbah di bukit (pasal 5-7). Setelah khotbah di bukit Yesus 'turun' dan berjumpa langsung dengan situasi yang muram untuk menjelaskan bahwa pengajaran Yesus tentang Injil Kerajaan berhadapan dengan realitas yang berbeda. Injil Kerajaan menjadi pusat pengharapan sebab dalam kenyataan umat berhadapan dengan kecacatan manusia (9:27,32), pekerjaan kuasa jahat (9: 32), pertentangan (9:34) dan penindasan (9;36). Yesus yang berjalan menjumpai manusia adalah Allah yang TURUN dan bersua dengan manusia yang lunglai dan tidak berdaya. Yesus yang TURUN adalah Yesus yang dengan sepenuh hati membuka lembaran baru kehidupan manusia agar di tengah keterpurukan selalu memiliki kepastian tentang kebaikan-Nya.
​​​
Kata kunci dalam perhatian Yesus adalah bahwa Ia 'berbelas kasihan' (compassion – KJV) yakni keadaan Yesus tidak sekedar simpati atau empati namun ada kerelaan untuk menderita bersama. Yesus yang TURUN dan menjumpai manusia adalah Dia yang berdiri bersama mereka yang tertekan oleh pergumulan dan tekanan. Maka belas kasihan Yesus (ayat 36) menjadi penting sebab memberi makna pada kesembuhan yang dialami.
​
Dari pemahaman inilah hendak dikemukakan bahwa 'tuaian banyak dan pekerja sedikit' (ayat 37) adalah gambaran betapa luasnya penderitaan manusia akibat dosa. Domba yang terlantar adalah gambaran umat yang tidak dipedulikan. Gembala yang menelantarkan adalah mereka para pemimpin yang bertindak congkak, arogan dan merasa bahwa merekalah yang sudah melayani domba-domba dengan benar. Dari pemahaman inilah maka pernyataan Yesus untuk meminta (berdoa) agar Bapa mengirimkan pekerja adalah pernyataan yang tajam tentang makna domba dan siapa pemilik domba. Domba-domba itu milik Allah sehingga tidak ada ruang bagi pekerja untuk menguasai domba-domba itu. domba-domba itu milik Allah maka Allah yang akan meyediakan pekerja-pekerja seturut kehendak-Nya.
​
Maka yang perlu diperhatikan ialah:
1. Hati yang berbelas kasihan – compassion (ayat 36) adalah kebutuhan domba-domba. Belas kasihanlah yang memungkinkan relasi gembala dan domba menjadi relasi yang bernilai sebab jika tidak maka relasinya hanya relasi untung-rugi. Yeh 34: 4-5//16-17. Hati yang berbelas kasihan memperlihatkan adanya relasi yang hidup bukan relasi atasan-bawahan. Di sinilah letak permasalahan penting bahwa di tengah dunia yang tidak punya belas kasihan, di tengah dunia yang tega membuat kejahatan di tengah dunia yang seperti itulah kita memerlukan hati yang berbelas kasihan. Sehingga jika tuaian itu banyak maka tuaian itu tidak dalam keadaan yang baik-baik saja. Tuaian itu sedang mengalami beragam kejahatan yang tidak berbelas kasihan. Inilah undangan bagi setiap warga jemaat bahwa Yesus yang menjumpai doma-domba adalah Allah yang TURUN untuk merengkuh manusia dalam belas kasihan. Maka pelayanan dimulai dari hati yang berbelas kasihan dan berlanjut dalam tindakan yang nyata sebab pergumulan dan masalah kehidupan adalah peristiwa nyata. Hati yang berbelas kasihan adalah hati yang rela berkurban dan menjadi kesaksian. Hati yang berbelas kasihan adalah hati yang tidak silau oleh pujian dan tidak memuji diri sendiri sebab semakin tersembunyi di balik Yesus.
​2. Tuan yang punya tuaian – ayat 38 adalah gambaran bahwa domba yang lelah dan terlantar menunjukkan bahwa domba-domba itu terganggu dan lelah dan dikuasai oleh pergumulan yang berat. Tuaian memang banyak artinya banyak masalah banyak persoalan dan Allah akan mengirimkan pekerja-Nya. Tuaian memang banyak dan Allah sendiri yang menyatakan pekerja-Nya untuk berpartisipasi dalam pekerjaan Allah sehingga tidak boleh ada yang merasa berjasa bagi Allah. Pekerja dengan kualitas belas kasihan memang tidak banyak maka meminta kepada sang pemilik tuaian menunjukkan bahwa pekerja pada dirinya sendiri tidak pernah bisa berbuat yang terbaik. Semakin baik seorang pekerja semakin menyadari keterbatasan diri dan pengakuan jujur bahwa dirinya tidak sempurna.
​
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi;
Dengan pemahaman demikian maka kita dapat jujur pada diri sendiri bahwa hidup kita menjadi bernilai hanya oleh belas kasihan Yesus dan masalah adalah kenyataan. Yesus yang menjumpai manusia adalah Allah yang TURUN dengan belas kasihan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin
​​
KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH




