
Jadwal Ibadah
14 Juni 2026
Minggu III Sesudah Pentakosta
~Dalam Rangka Bulan PelKes GPIB~
09.00 WIB | Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty
(Ketua Umum PGI)
17.00 WIB | Pdt. Francisca H. E.
Toding Datu - Manuputty
(PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih)
21 Juni 2026
Minggu IV Sesudah Pentakosta
~Dalam Rangka Bulan PelKes GPIB~
09.00 WIB | Pdt. Teddy Christian
Sigarlaki Masinambow
(KMJ GPIB Jemaat Effatha Jakarta Selatan)
17.00 WIB | Pdt. Alexius Letlora
(KMJ Sumber Kasih)
Minggu, 21 Juni 2026
Pukul 09.00 WIB | R. Rapat & R. PelKat PA, lt. 1
Minggu, 21 Juni 2026
Pukul 09.00 WIB | R. PelKat PT, Lt. 1​
RENUNGAN DARI MEJA PENDETA
BERPARTISIPASI DALAM PELAYANAN TUBUH KRISTUS
( Efesus 1: 1-4 )
------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi,
Pengenalan akan diri merupakan pintu masuk untuk memahami kerapuhan diri dan karena itu diperlukan sebuah pengakuan dalam iman bahwa Allah memang diperlukan. Pengenalan diri sendiri dan berproses dalam pemahaman dan pengakuan merupakan upaya dari apa yang disebut dengan 'menarik diri'.​​
Hal ini penting untuk kembali menyegarkan ingatan betapa besar kasih karunia-Nya yang telah dialami manusia. Tanpa tindakan ini maka di tengah berbagai gejolak kehidupan yang terjadi akan menenggelamkan pengharapan kepada Allah. Leo Tolstoy bahkan mengemukakan bahwa tanpa pengenalan diri dan memahami alasan keberadaan diri maka kehidupan menjadi mustahil. Artinya kehidupan menjadi begitu merana dan tidak berarti sebab dikuasai oleh gejolak tekanan dari berbagai peristiwa yang terjadi. Dalam pemahaman yang demikian maka kita diundang memasuki kerangka berpikir teologis Paulus yang sangat menekankan kehidupan yang berpusat pada Kristus (Kristosentris).
​​
Kehidupan yang berpusat pada Kristus adalah kehidupan yang senantiasa diwarnai dengan pengakuan bahwa diri memang terbatas dan rapuh sekaligus mengalami kuasa kasih karunia-Nya yang luar biasa. Kerapuhan dan sekaligus cinta kasih Allah menjadi penyangga kehidupan untuk tidak menjadi manusia yang cemas dan kehilangan pengharapan serta sekaligus tidak menjadi pongah dan sombong rohani. Dengan demikian manusia mampu melihat semua peristiwa yang terjadi dan dialaminya namun tidak membuatnya lupa diri dan lupa Tuhan. Jika demikian apakah yang hendak diajarkan Paulus melalui Firman Tuhan hari ini?
​
Pertama; dikemukakan oleh Paulus bahwa soal KETERPILIHAN tidaklah berdiri sendiri. Allah yang memilih adalah Allah yang memiliki rencana dengan pilihan tersebut. Allah yang memilih adalah Allah yang paham kerapuhan manusia sehingga ketika pilihan Allah menjadi pengakuan Paulus ia pun tekun untuk terus memberitakan kabar sukacita (Efesus 1:1-2). Pemberitaan kabar sukacita dilakukannya untuk mengingatkan jemaat di Efesus agar selalu mengarahkan pandangan kepada Allah. Umat yang terpilih adalah umat memuliakan Allah dalam segala keadaan dan tidak terpuruk oleh segala keadaan. Jika keadaan baik ataupun keadaan buruk seperti yang dialami Paulus ketika menulis surat Efesus dari penjara (Efesus 3:1) tidaklah mengubah ingatan mereka tentang siapakah yang telah memilih mereka. Keterpilihan itu dengan segera menempatkan setiap orang percaya memahami masa depan dan sekaligus masa kini bersama-Nya sehingga damai sejahtera-Nya (Ef.1:2) selalu bersifat missional dan komunal.
Bersifat missional sebab berpusat kepada Kristus dan komunal sebab selalu berjumpa dengan sesama.Maka keterpilihan sebagai diaken-penatua harus didasarkan pada pemahaman demikian bahwa tindakan Allah memilih adalah untuk tugas yang dipercayakan-Nya. Salah satu tugas itu adalah dengan mengabdi sebagai diaken-penatua dengan sifat paradoksal yakni rapuh dan sekaligus dikasih-Nya, lemah dan sekaligus dikuatkan Roh Kudus. Diaken-Penatua yang paradoksal inilah yang perlu terus mengingat bahwa misi memberitakan damai sejahtera Allah adalah tugas yang berpusat pada Allah yang sudah memilih (Ef.2:8).
Pengajaran Kedua adalah makna di DALAM KRISTUS (en Christo) selalu mengarah ke masa depan tetapi yang sekaligus berhimpit dengan masa kini. Kata 'dalam Kristus' sekaligus menegaskan bahwa peristiwa pemilihan bukanlah sebuah misteri tetapi sebuah rumus kehidupan ke masa depan yang terjadi sejak peristiwa baptisan (Bultmann).
​
Dengan memahami kata 'dalam Kristus' sebagai sebuah peristiwa maka setiap pilihan selalu menghadirkan damai sejahtera sebab bukankah hal itulah yang dikehendaki-Nya dari setiap orang pilihan? Hal ini sekaligus menghadirkan pertanyaan yang akan terus bergema dalam kehidupan pelayanan sebagai diaken-penatua, apakah aku selalu mengingat bahwa aku dipilih-Nya dengan tugas besar? Bahwa aku dipilih-Nya dari kerapuhanku? Hanya dengan pertanyaan demikian maka keberadaan sebagai orang pilihan akan terus menjadi manusia baru yang mengalami pembaharuan terus menerus (bnd. Kolose 3:10).
​
Melalui karya pemilihan inilah manusia yang 'jauh' sudah menjadi 'dekat' (Ef. 3:8) dan dalam kedekatan itulah manusia menjadi manusia yang baru, yang berubah, yang mendengar suara-Nya.
​
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Melalui pengajaran demikian maka kehadiran setiap orang pilihan-Nya yang berlangsung 'dalam Kristus' adalah keterpilihan dengan tiga hal penting ini bahwa :
1. Hidup selalu melampaui realitas artinya mampu melihat setiap peristiwa dengan mengingat keterpilihan yang dialami.
2. Hidup yang selalu mempertanyakan siapakah aku? Pertanyaan reflektif yang akan menemukan jawaban yang teduh di tengah dunia yang hiruk pikuk dengan berbagai kebencian, berbagai rencana jahat.
3. Darimanakah akan dimulai keterpilihan ini? Mulailah dari keluarga. Persekutuan keluarga adalah ruang pelayanan paling kongkrit sehingga partisipasi dalam pelayanan adalah partisipasi yang dimulai dari keluarga.
​
Ruang pembelajaran untuk menghormati sesama selalu dimulai dari rumah dan memancar dalam perjumpaan yang lebih luas. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab hanya dalam persekutuan dengan-Nya panggilan dan keterpilihan ini tidak pernah sia-sia. Amin.
​
KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH




