
Jadwal Ibadah
23 Agustus 2026
Minggu XIII Sesudah Pentakosta
09.00 WIB | Pdt. Francisca H. E.
Toding Datu - Manuputty
(PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih)
17.00 WIB ~ Corak Muda~
Pdt. Egbert P. Sihombing
(PJ GPIB Jemaat Sumber Kasih)
30 Agustus 2026
Minggu XIV Sesudah Pentakosta
09.00 WIB | Pdt. Josep Bates Raku, S.Si-Teol.
(KMJ GPIB Jemaat Tugu Jakarta Utara)
17.00 WIB | Pnt. Mercy Earl Maurice Mandagie
Minggu, 30 Agustus 2026
Pukul 09.00 WIB | R. Rapat & R. PelKat PA, lt. 1
Minggu, 30 Agustus 2026
IHMPT Khotbah Tematis bulan Agustus 2026
SURVIVAL :
How To Live by Faith in a Broken World
Pukul 09.00 WIB | R. PelKat PT, Lt. 1​
RENUNGAN DARI MEJA PENDETA
PENGAJARAN YANG UTAMA
( Efesus 1: 15 - 23 )
------------------------------------------------------------------------------------
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi;
Memiliki pemahaman yang benar dan fundamental tentang siapa Yesus menjadi sangat penting di tengah merebaknya berbagai gagasan yang tidak benar dewasa ini. Memiliki pemahaman yang mendasar tentang Yesus berdampak pada respons yang bisa dipertanggung jawabkan. Inilah gagasan Paulus yang dikemukakan dalam surat kepada jemaat Efesus. Paulus menunjukkan betapa pentingnya memahami dengan benar siapa Yesus sehingga setiap respons dalam keseharian bertolak dari doktrin/ajaran yang benar tersebut. Paulus menjelaskan KEUTAMAAN YESUS perlu diperteguh sehingga tidak mudah tergoyahkan oleh berbagai ajaran lain. Yesus menjadi pusat seluruh kehidupan orang percaya sehingga hidup berlangsung dalam kebenaran ajaran yang demikian. Keutamaan Yesus nampak dari karya keselamatan yang memungkinkan manusia mengalami kasih-Nya yang besar (Efesus 1:6-7) dan dalam pengharapan kepada Kristus dan jaminan Roh Kudus bahwa orang percaya adalah milik-Nya (Efesus 1: 14).
​​​​​​
Itulah sebabnya Paulus mengawali ayat 15 dengan kata 'karena itu' (διά-Yun) untuk menegaskan apa yang sudah dikemukakan sebelumnya. Paulus menunjukkan bahwa kerinduannya yang mendalam dalam doa supaya jemaat memiliki Roh hikmat (vital principle) dan wahyu (revelation-disingkapkan) untuk mengenal-Nya dengan benar. Jadi mengenal dengan benar apa yang direncanakan, dikerjakan, dijaminkan oleh Allah dalam Yesus Kristus merupakan hal utama agar tidak disesatkan oleh hal lain seperti berkat, kedudukan, materi dsb.
Hal yang utama adalah Yesus Kristus sehingga dalam penerimaan akan karya Yesus Kristus setiap orang percaya dapat dengan sungguh-sungguh memuji-Nya dalam keseharian. Jika demikian apakah yang hendak dikemukakan rasul Paulus?
​
1. Bersyukur Atas Karya Yesus Kristus (ayat 15-21)
Hal pertama yang selalu harus digarisbawahi adalah selalu bersyukur atas karya Yesus Kristus yang luar biasa. Dalam kemuliaan-Nya yang besar dan kehebatan kuasa-Nya, Ia menunjukkan dominasi atas kehidupan kita. Bersyukur tidak berarti segala sesuatu terpenuhi sebab doa dipanjatkan namun pergumulan tetap berlangsung, itulah saatnya untuk menempatkan diri secara baik dalam relasi dengan Yesus Kristus. Inilah yang dimaksudkan rasul Paulus dengan istilah 'mata hati yang terang'- ophthalmos kardias yaitu melihat dengan lurus atau melihat dengan benar. Apakah yang dilihat dengan benar? PENGHARAPAN.
Dengan demikian seluruh aktifitas kita dalam kehidupan ini selalu dipayungi dengan pengharapan dalam Yesus Kristus. Suatu keteguhan sikap yang akan memberi pengertian tentang kehidupan yang sungguh bermakna dalam Yesus Kristus. Bersyukur dalam segala sesuatu karena itulah yang dikehendaki Allah (1 Tes.5:18). Kita bersyukur sekalipun mengalami ketidakadilan, kita bersyukur sekalipun keadaan tidak baik-baik saja. Inilah hal yang paling mendasar dan sekaligus problematik sebab jika kita bersyukur hanya pada berkat-Nya maka betapa malangnya hidup yang tidak bersyukur pada Sang Sumber Berkat yakni Yesus Kristus.
​
2. Yesus Kristus adalah Kepala (ayat 22-23)
Pendapat Paulus bahwa Yesus adalah kepala – kephale, bukanlah dalam perspektif kekuasaan (exousia -Roma 13:1-2) atau Penguasa (archon- Roma 13;3) tetapi Yesus adalah Sumber Kehidupan. Dengan pemahan yang demikian maka Paulus hendak menunjukkan segala sesuatu ada di bawah kaki-Nya yakni sumber kehidupan sebab segala sesuatu tidak dapat menjanjikan kehidupan termasuk Gereja. Yesus yang adalah Kepala dan gereja adalah tubuh-Nya menerima kehidupan itu dari Sumbernya yakni Yesus Kristus.
Pemahaman ini penting untuk menunjukkan bahwa kehadiran Gereja hanya bermakna ketika sumber kehidupan Gereja adalah Yesus Kristus. Maka konsep kehadiran Gereja yang berkualitas tidak boleh menggeser Yesus Kristus sebagai Kepala yang utama. Gereja yang meneruskan kehidupan bagi setiap orang dan bukan menampilkan 'kematian'. Gereja bukanlah Kumpulan manusia yang sudah sempurna tetapi Kumpulan manusia yang mengakui bahwa Yesus adalah sumber kehidupan. Hal ini bisa menjadi problem sebab Gereja hadir di tengah dunia yang mengakui bahwa dirinya adalah sumber kehidupan.
Yesus Kristus adalah kepala dengan segera membongkar paradigma yang berlaku bahwa manusia dengan segala kemampuannya menentukan segala sesuatu. Yesus Kristus lah yang memenuhi semua dan segala sesuatu sehingga konsep berpikir bahwa Yesus dalam segala sesuatu menjadi penting (bandingkan Kolose 1:18). Jika Yesus Kristus adalah Kepala yang menjadi sumber kehidupan maka kematian menjadi tidak berkuasa lagi sebab dalam kematian, manusia mengalami glorification yakni manusia yang fana direngkuh oleh-Nya untuk mengalami kehidupan yang abadi.
Maka jika kematian saja tidak memisahkan orang percaya dari kasih Allah maka kehidupan menjadi sangat berarti. Kepala keluarga bukanlah suami tetapi Yesus Kristus yang adalah kepala atas segala sesuatu.
​
Dengan pemahaman demikian maka selaku orang percaya dewasa ini hendaklah kita senantiasa mensyukuri karya-Nya yang hebat atas kita. Hidup dan mati kita menjadi bermakna sebab kita tahu bahwa Yesus Kristus adalah Kepala segala sesuatu.
​
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin
​​
KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH




