top of page
Lukas 13 : 29
"Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dan dari Utara dan Selatan,
dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah."
DSC09246.JPG

Jadwal Ibadah

4 Januari 2026
Minggu II Sesudah Natal

09.00 WIB | ​Pdt.  Murwanto Moesamo

~Pendeta Jemaat~

17.00 WIB | Pdt. Alexius Letlora

~Ketua Majelis Jemaat~

Pukul 09.00 WIB | R. Rapat lt. 1

Pukul 09.00 WIB | R. Paulus & Timotius lt. 1

RENUNGAN DARI MEJA PENDETA

YESUS DAN MASA DEPAN BARU

( YESAYA 11 : 1 - 5 )

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Teks bacaan kita bukanlah teks yang bernuansa glamour dan penuh kemewahan sebagaimana dilihat pada setiap perayaan Natal. Teks tentang Raja Damai ini justru muncul dari tengah-tengah suasana yang tidak nyaman dan penuh dengan ketidakadilan. Kisah yang ditampilkan dalam perikop bacaan ini menyoroti keadaan yang diwarnai dan diliputi oleh situasi yang kering dan tidak menyenangkan.

Tunggul pada ayat 1 menggambarkan potongan kayu sisa tebangan yang menunggu kematian.

Perhatikan pasal 10: 33-34, bahasa penghakiman sedang bergulir mengarah ke Yerusalem kota yang seharusnya penuh dengan harapan ( 2:2-4), namun sebaliknya para raja telah memperlihatkan perilaku yang jauh dari Allah (1:4 mereka berbuat jahat, 1:16-17 mereka beribadah palsu dan hidup dalam kejahatan bagi sesama, 1:21-23 mereka hidup dalam ketidakadilan akibat pola korup yang dijalankan. Dalam keadaan yang demikian maka umat yang sungguh-sungguh mau hidup taat bisa menjadi frustrasi sebab harapan dan kenyataan yang sangat berbeda.

​​

Teks ini muncul sebagai jawaban kepada umat yang mau setia pada kebenaran dan keadilan. Ketika umat seharusnya menjadi terang bagi bangsa-bangsa, justru umat menunjukkan gaya hidup gelap dan tidak bermakna. Kepada umat yang berada dalam situasi jahat dikemukakan bahwa dari tunggul Isai (ayat 1), artinya dari keturunan yang sudah hampir punah akan muncul suatu tunas. Tunas inilah yang akan tampil dengan pola yang berbeda dari raja-raja Israel selama ini. Tunas itu adalah Pribadi yang menyuguhkan kepemimpinan yang diwarnai dengan : TAKUT AKAN TUHAN. Sehingga seluruh karya yang diwujudkan-Nya selalu berorientasi untuk menghidupkan sesama. Ia tidak hadir dengan
pendekatan yang otoriter sebaliknya Ia tampil memukau dengan gaya egaliter. Ia tidak menunjukkan penyakit gila kuasa seperti Herodes, sebaliknya Ia mewujudkan keadilan secara mantap. Takut akan Tuhan lalu menjelma dalam kebenaran dan kesetiaan (ayat 5) sehingga seluruh ciptaan tunduk dalam pengakuan pada kewibawaan dan otoritas yang dimilikinya.

​

Suasana inilah yang dialami juga oleh Simeon di Lukas 2: 25, 29-32. Ungkapan Simeon jelas menunjukkan bahwa keadaan yang gelap dan pekat di semua lini kehidupan waktu itu akan berakhir dan digantikan oleh kehadiran Sang Mesias. Ia yang lama dinantikan akhirnya menjadi kenyataan dari pengharapan yang terus terjaga dan terpelihara. Simeon tidak melihat keselamatan ini sebagai keselamatan yang yang bersifat personal tetapi kolektif. Inilah kelebihan dari mereka yang memilikipengharapan untuk masa depan yang baik, bahwa keadaan baik bukan untuk diri sendiri tetapi juga untuk sesama (band. Yoh 3:16). Inilah perilaku orang percaya yang pengharapannya tidak bersifat fatamorgana tetapi aktual dan kontekstual.

​

Seorang bapa gereja yakni Agustinus pernah katakan, 'faith is to believe what you do not see and the reward of this faith is to see what you believe'. Maka pengharapan dalam iman menjadi esensial untuk melihat realitas kehidupan yang amburadul. Dalam kekuatan pengharapan berdasarkan iman itulah seseorang tidak akan kehilangan identitasnya sekalipun arus kejahatan, ketidakadilan, ketamakan berlangsung deras.

​​

Sahabat-sahabat terkasih,
Pada Natal ini kembali kita diingatkan bahwa :


1. Natal adalah soal pengharapan dalam iman.
Natal bukanlah pengalihan dari suasana penuh ketidak adilan dan kejahatan yang selama ini berlangsung secara sistematis. Natal juga bukan peristiwa yang berorientasi kepada individu. Natal adalah pengharapan bagi jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran dan keadilan dan ketentraman yang diperjuangkan dalam perilaku hidup egaliter. Menempatkan sesama dalam kebersamaan untuk memasuki masa depan yang baik.

​

Natal yang kita rayakan sekaligus mengingatkan saudara dan saya bahwa bisa saja persoalan dan pergumulan nampak perkasa sehingga kita seperti tunggul kayu yang akan musnah. Ternyata tidak, sebab dari tengah-tengah ketidak berdayaan kita akan hadir Mesias sebagai Hakim Agung yang akan memenuhi dambaan hati untuk mengalami keadilan.

​

Maka setiap pribadi dan keluarga yang merayakan Natal patut menghayati dengan sungguh-sungguh bahwa Penyelamat itu hadir di tengah keluarga kita. Mari buka hati dan terimalah Ia yang sudah datang dan akan datang. Maka terwujudlah pernyataan iman Agustinus bahwa You Will See What you believe.

​​

2. Natal adalah peritiwa kolektif bukan hanya personal.
Tindakan penyelamatan Allah adalah tindakan penyelamatan yang berlaku untuk semua manusia. Saudara dan saya  adalah pribadi-pribadi yang mau dipakai oleh-Nya melanjutkan kabar sukacita kepadadunia. Ia melengkapi saudara dan saya dengan kebenaran dan kesetiaan sehingga kita dapat menyapa dan menjangkau setiap pribadi dalam sapaan dan jangkauan yang menghidupkan.

​​

Kejahatan dan kerusakan secara sistematis sedang berlangsung di sekitar kita, hasilnya ialah banyak yang frustrasi dan putus harapan. Itulah kesempatan dimana kita hadir mengulurkan tangan pengharapan dalam iman kepada mereka sehingga hidup yang berjuang tidak dihindari tetapi dihadapi dengan keyakinan yang kokoh, bahwa you will see what you believe.

​

Ia sang Mesias memimpin kita semua memasuki masa depan yang berpengharapan, sebab His vision comes from passion. Ia antusias menuntun kita semua dengan keadilan dan kebenaran sehingga masa depan kita menjadi kepastian. Maka setiap kali kita merayakan Natal setiap kali juga kita diingatkan bahwa MASA DEPAN KITA ADALAH KEPASTIAN BERDASARKAN VISI TUHAN. Amin.

​

Selamat Hari Natal kepada semua Sahabat, MAJU TERUS BERSAMA YESUS.

​

(www.aletlora.com)

KEGIATAN JEMAAT SUMBER KASIH

IBADAH & PERAYAAN NATAL JEMAAT 2025

IBADAH & PERAYAAN NATAL JEMAAT 2025

Address

Jl. Lebak Bulus III No. 50, 

Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 12440

Phone

021-765-5527

Email

Connect

  • Youtube
  • Facebook
  • Instagram

© 2023 GPIB Sumber Kasih DKI Jakarta

bottom of page